View profile

Insight #1 - Jangan Lupa Bahagia

From Sight to Insight
From Sight to Insight
Jangan lupa bahagia yaaa...
Mungkin itu pesan kuat yang selama ini saya pribadi coba gaungkan dalam tulisan-tulisan sederhana di blog ini. Pesan yang lebih banyak memang untuk mengingatkan diri sendiri.
Kebahagiaan adalah mitos yang kita kejar, kata Kahlil Gibran. Seperti menembus lapisan kabut yang dengan ketebalan tak terbatas, kata Zen. Kursi, meja, semangkuk buah, dan biola, kata Albert Einstein.
Apa pun itu, semua orang memiliki definisi-definisinya sendiri. Dalam rupa, bungkus dan bentuk yang berbeda-beda dan berubah di dalam berbagai kesempatan dan kondisi.
Lisa Swerling dan Ralph Lazar bahkan bisa membuat buku dengan konsep ilustrasi yang menarik dengan menggambarkan 500 kondisi yang bisa menjelaskan tentang makna dan arti kata kebahagiaan. Dari soal yang besar sampai yang remeh dan temeh.
Happiness is the start of a journey
Kaya atau miskin, lapang atau sempit, suka atau duka, kelimpahan atau kehilangan, kemenangan atau kekalahan, keberhasilan atau kegagalan bukanlah ukuran mulia dan tercelanya manusia. Kemuliaan itu ada pada sikap menjalaninya.
Kebahagiaan itu dekat sekali, triknya adalah bagaimana menemukan sudut yang benar. ~ Eric Weiner
Sering kita mengeluh pada hal-hal yang tidak ada di tangan, lupa ada banyak jutaan nikmat yang tak pernah sekalipun kita pinta dalam doa-doa kita, Allah telah berikan dengan percuma.
Bahkan jika tujuh samudera dijadikan tinta dan seluruh batang pohon dijadikan penanya, maka tak akan cukup seluruh nikmat dan karunia-Nya itu kita tuliskan. Masihkan sulit untuk bahagia? Bahagia dalam bingkai syukur dan sabar. Kebahagiaan itu tetap bisa kita raih di mana saja.
Kebahagiaan bukan hanya domain sebuah bangsa atau komunitas. Semua berhak untuk bisa bahagia. Yakinlah, Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Apakah itu sebuah karunia ataupun sebaliknya, musibah.
Terkadang, Allah membiarkan kita jatuh, bukan karena hendak menghinakan kita, namun karena ada sesuatu yang “berharga” di bawah sana yang harus kita temukan.
Sayangnya seringkali sikap kita bukanlah yang terbaik saat menerima ujian atau bahkan nikmat dan karunia tersebut. Akhirnya bahagia sulit digapai dan diraih. Meski bergelimangan harta dan materi, kebahagiaan rasanya tak kunjung bisa hadir. “Happiness is only real when shared”. kata mendian Christhoper McCandless, seorang petualang yang kemudian menemukan kematiannya dalam Great Alaskan Adventure.
Prof. Seligman mengungkapkan 3 cara untuk meraih kebahagiaan, dan tangga tertingginya adalah: have a meaning full life; milikilah semangat melayani, berkontribusi & memberi manfaat.
Nabi dalam hal ini bersabda, 
Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. (HR. Bukhari)
Jadi, jangan lupa bahagia yaaa… 😊
Did you enjoy this issue? Yes No
From Sight to Insight
From Sight to Insight @sgitsp

Longer than a tweet, better than a screenshoot.
Insightful read in one minute, and sometimes more..

In order to unsubscribe, click here.
If you were forwarded this newsletter and you like it, you can subscribe here.
Created with Revue by Twitter.